Minggu, 18 Agustus 2013

Polio Belum Berlalu

Polio Belum Berlalu

Jalan panjang menuntaskan penyakit polio.

polio,virus,vaksin,afrikaAnak pengungsi Sudan dan pasien polio, di sebuah panti asuhan di Uganda. (Stephen Alvarez, National Geographic)
Ujung perjalanan membasmi polio sudah terlihat depan mata. Namun sejauh ini, kita masih belum tiba. Dan sisa perjalanan yang harus ditempuh sepertinya pun masih panjang.
Berdasarkan data oleh Global Polio Eradication Initiative, organisasi internasional yang dipelopori Badan Kesehatan Dunia (WHO), dalam tahun ini kasus dilaporkan per bulan Agustus adalah 177 kasus.
Virus polio bisa dicegah dengan vaksin, tetapi tidak ada penyembuh untuk virus yang hanya terdapat pada manusia ini. Vaksinasi sebagai tindakan pencegahan diberikan kepada anak antara usia balita hingga sembilan tahun.
"Untuk menghapus polio, satu-satunya cara kita harus memastikan kekebalan yang cukup terhadap anak-anak. Sehingga virus tak punya lagi tempat bersarang," ujar Dr. Jay Wenger dari Bill and Melinda Gates Foundation.
Meskipun penyakit polio kini mengerucut, dari 125 negara dua puluh tahun silam menjadi endemik hanya di tiga negara—Afghanistan, Nigeria, dan Pakistan—tetap perlu kita waspadai.
Jumlah kasus berkurang lebih dari 99 persen dari tercatat sekitar 350.000 tahun 1998. Namun sementara itu, penyakit yang sangat menular ini terus-menerus berlanjut, berpotensi menyebabkan kelumpuhan seumur hidup, terutama pada anak-anak. Pihak pegiat dan pemerhati mengkhawatirkan progres yang telah dicapai akhirnya berbalik ke arah kemunduran.
Kekhawatiran mereka beralasan. Baru-baru ini, di Israel ditemukan sampel kotoran manusia yang mengandung poliovirus. Pula sejumlah kasus polio yang menunjukkan Kenya dan Somalia belum sepenuhnya bebas wabah.
Di beberapa negara seperti Nigeria dan Pakistan muncul rintangan lain, yakni kecurigaan terhadap bantuan dari luar. Para pekerja sosial vaksin polio di wilayah tersebut terpaksa menjadi target kekerasan sampai pembunuhan, sepanjang tahun yang lalu.
Di Pakistan Utara dan Warziristan Selatan, Taliban sudah melarang vaksinasi semenjak Juni 2012—meninggalkan anak-anak di sana dengan risiko tinggi terjangkit penyakit polio

0 komentar:

Poskan Komentar

NB: Tulis saran,dan kritik mohon tidak menuliskan hal-hal yang mengandung unsur SARA, kata - kata yang provokativ (Flamming) maupun menjurus Pornografi, SPAMMING maupun Promosi dan supaya lebih bagus??????